Biasa dipanggil Judika, Jude, Jud, Dika, Ucok ( atau apapun, yang penting dia sempat 'noleh' jika di panggil dengan nama lain). Lahir di Sidikalang, Sumatera Utara 31 Agustus 1978. Anak ke-6 dari 7 bersaudara. Pada saat lahir bersama keluarga tinggal di Sidikalang selama 4 tahun, lalu karena orangtua mendapatkan tugas terpaksa hijrah ke Brastagi.
Pendidikan yang pernah di tempuh dimulai dari didikan kedua orang tua untuk belajar berdiri dan berbicara hingga bernyanyi. Lalu pada usia 7 tahun, baru.mulai pendidikan resmi pemerintah yaitu masuk SD INPRES di Brastagi, Tanah Karo. Puji Tuhan selama 6 tahun masa pendidikan di SD tersebut dapat diselesaikan dengan baik, dan istimewanya mulai di SD inilah Judika sudah mulai terlihat bakat hebatnya. Judika bernyanyi bersama adiknya di beberapa tempat. Bahkan sempat dikontrak di sebuah hotel berbintang 5, Hotel Internasional Sibayak, Brastagi. Masa kecil yang dilalui dengan berbagai pengalaman, dimulai dari kesenangannya untuk bermain sepak bola, berlatih Taekwondo hingga membantu orang tua di ladang selalu dilalui dengan ceria dan semangat.
Tidak lepas pula dari sifat nakalnya yang sudah muncul sejak kecil, selalu membuat keluarga dan teman-temannya selalu kuatir dengan apa yang selalu dan akan dilakukannya. Tetapi keceriaannya selalu mengisi kekosongan dari pergaulan anak yang terlihat supel dan mudah bergaul dengan orang lain ini.
Mulai Judika menginjak bangku sekolah lanjutan di SMP Negeri 2 Brastagi, mulai terlihat prestasi yang diraih. Mulai dari juara di sekolah hingga berbagi festival nyanyi juga tidak teringgal untuk dilahapnya. Wajar jika saat ini panggung hiburan sangat menyatu dengannya. Disinilah Judika sudah mulai bergaul dangan banyak teman, termasuk teman-teman wanita yang mulai dia kenal. Judika mulai tertarik dengan seorang wanita yang sangat manis, wanita tersebut masih 1 grup vokal dengannya. Hebatnya Judika sudah mulai mengajari teman-temannya bernyanyi hingga membentuk 1 grup nyanyi bersama Roy (adiknya) dan Junedi (June) sahabatnya.
Kemampuan Judika dalam bernyanyi semakin maju dan tidak perlu diragukan
lagi, bahkan sampai dijuluki MACAN FESTIVAL. Sampai akhirnya Judika
tertantang untuk ikut dalam ajang BAHANA SUARA PELAJAR. Dan Juara I
untuk wilayah Sumatra Utara akhirnya diraih dan diutus untuk diadu
dalam skala Nasional. Akhirnya juara III diraihnya untuk seorang anak
SMP yang selalu terlihat ingin berjuang dalam hidupnya melalui Musik.
Ketika menginjak bangku SMA di SMA 1 Brastagi, semangatnyapun tidak
patah hingga Judika memberanikan diri untuk berjuang di Ibukota. Mulai
kelas 2, Judika sudah pindah ke SMU Negeri 36, Rawamangun, Jakarta.
Meninggalkan orang tua dan keluarganya merupakan hal berat dalam
hidupnya, tetapi persaingan hidup di Jakarta merupakan magnet yang
sangat menggiurkan buat semua orang daerah seperti Judika. Tidak sulit
buat seorang Judika beradaptasi dengan suasana ibukota. Sifatnya yang
supel menjadikan Judika seorang yang digemari. Hobi dan talenta yang
dimiliki juga sangat cocok dengan lingkungannya, mulai dari bernyanyi,
main Sepak bola, Billyard, dan lainnya membuat Judika mudah diterima di
banyak komunitas. Hampir semua olah raga dikuasainya (kecuali Basket
karena ring-nya terlalu tinggi, ungkapnya). Disini pula Judika
mendapatkan sahabat barunya yaitu Yonathan (Joe), yang tinggalnya tidak
begitu jauh dari Pulo Gebang (tempat tinggal Judika).
Dibangku SMA tidak sulit buat Judika menunjukan bakat bernyanyinya, berbagi
festival di cobanya, tetapi sulitnya persaingan di Jakarta untuk
menjadi seorang bintang, membuat Judika tertantang untuk lebih bekerja
keras. Sempat beberapa kali keinginannya untuk mundur dari persaingan
yang ada di Jakarta ini. Untung Judika menembus 'Catatan AB Three' yang
akhirnya dijadikan kesempatan emas untuk menunjukan kemampuannya kepada
para Jawara Festival seperti Bung Chris Patikawa. Akhirnya tercapai
juga keinginannya. Bung Chris tidak bisa menutup mata akan kemampuan
Judika yang spektakuler tersebut. Tanpa basa-basi Judika langsung
direkrut kedalam Management Antero yang sukses membawa AB Three.
Bersama teman-temannya akhirnya terbentuk Antero Boys. Berbagai
penghargaanpun tidak pernah berhenti menghampirinya. Dan yang paling
berkesan ketika menjuarai Festival dunia di Rumania. Antero Boys tidak
bertahan lama, mereka keluar dari management Antero dan berganti nama
menjadi PENTA BOYS.
Kehidupannya tidak pernah luput dari pelayanan, Judika aktif
melayani di Gereja Baptis Jatinegara dan di ABBALOVE Ministry. Tapi
yang paling Judika sesalkan, Judika tidak berhasil dalam kuliahnya,
mulai dari STIMIK di daerah Pemuda, hingga ABA Pertiwi tidak
terselesaikan karena kesibukkannya di dunia Entertainment. Judika
membentuk sebuah Event Organizer bernama Nu Imej bersama
sahabat-sahabatnya di daerah Penggilingan, Jakarta Timur. EO tersebut
dibuat karena kecintaannya terhadap dunia entertainment, hingga
memboyong kembali Roy untuk bergabung dan meninggalkan kota Brastagi.
Saat
Judika mendaftarkan diri ke Indonesian Idol dengan taruhan yang
sangat berat, yaitu Judika harus meninggalkan grup nyanyinya yaitu
PENTA BOYS. Memang sebuah keberhasilan harus ada harga yang dibayar.
Usahanya tidak sia-sia, Judika menjadi Runner up Indonesian Idol 2.
Saat ini Judika sangat menikmati hidupnya bersama Indonesian Idol-nya.
Prinsip hidup yang dimiliki, JANGAN PERNAH MAU KITA MENIKMATI
KEMUNDURAN HIDUP. Hal ini menunjukan perjuangan hidupnya yang tidak
pernah berhenti untuk terus maju. Mungkin pernah manusia mengalami
kemunduran, tetapi jangan sampai terlena akan hal tersebut, terus
berjuang dan maju sebab Tuhan selalu menyertai hidup kita. Maju,
Bro!!!
( top )